Ini adalah kesempatan tidak biasa kita akan membahas sebuah anime dengan cerita yang cukup vulgar. Inilah pembahasan menarik untuk sebuah anime berjudul "Shuumatsu no Harem (World's End Harem)"
Disclaimer : Anime & pembahasan artikel ini mengandung unsur dewasa yang tidak aman untuk pembaca dibawah umur. Apabila anda berusia dibawah 18 tahun mohon untuk tidak menonton anime ini & keluar dari halaman ini.
Sinopsis
Anime ini menceritakan tentang sebuah dunia yang terpapar Man-Killer Virus (MKV), virus yang membuat semua pria yang ada di dunia mati. Namun, Reito-kun, selamat dari wabah tersebut karena menjalani tidur kriogenik sebelum wabah datang, dan menjadi imun. Karena populasi dunia yang akan semakin turun dikarenakan hilangnya angka kelahiran, dan percobaan inseminasi buatan yang terus menerus gagal, maka satu-satunya cara yang tersisa ada membuat pria yang tersisa untuk memiliki anak dengan para wanita di dunia. Padahal Reito-kun sudah berkomitmen dengan Elisa-san, teman masa kecilnya, yang menghilang 3 tahun lalu. Dan ternyata, Reito-kun bukanlah satu-satunya pria yang tersisa di dunia. Saat pria yang lain bereaksi dengan kondisi dunia itu, Reito-kun mencoba setia dan mengulik misteri virus ini.
Plot & Story
Premis awal yang membuatku tertarik dengan anime ini adalah plot-nya yang tidak umum dan cukup menarik. Anime bertema harem biasanya menghadirkan 3-5 karakter wanita yang memiliki hubungan romantis dengan satu pria yang sama, namun Shuumatsu no Harem melebarkan premis itu menjadi seluruh wanita di dunia dengan satu-satunya pria yang tersisa di dunia. Ini adalah hal yang cukup berani dan menjadi efektif untuk digunakan sebagai hook anime ini.
Meskipun anime berbahaya, ternyata cukup banyak juga scene komedi yang juga menjadi pereda ketegangan pacing, seperti bagaimana Yamada-chan takut dengan hantu, dan Mahiru-chan berinteraksi dengan kakanya.
Awalnya aku kira anime ini bergenre romance karena bagaimana keteguhan si karakter utama, Reito-kun yang hanya mau "melakukan itu" dengan gebetan-nya, Elisa-san. Namun sebelum poin itu diperdalam, plot kegilaan dunia menjadi kompleks dan menggeser fokus genre-nya.
Satu hal yang mungkin membuat beberapa orang kurang menyukai anime ini adalah unsur dewasa yang cukup eksplisit. Sehingga meski sangat bagus secara premis, cerita dan representasi, namun terhalang oleh ketidaknyaman adanya unsur dewasa, meski juga tidak dipungkiri banyak yang menikmati adegan fanservice dewasa tersebut.
Ending
Ini adalah adaptasi sebagian, dan ending yang diberikan di anime adalah open ending. Si karakter utama, Reito-kun, berhasil kabur ke Taiwan berkumpul kembali dengan Elisa-san dan bersama-sama bertekad membuat penawar virus ini, meskipun mengorbankan Suou Mira-san dan Katagiri Rea-san. Tapi dari sudut pandang lain mungkin akan menganggap ending ini kurang, karena memiliki kesan romance yang kental, mengesampingkan sci-fi dan erotica-nya.
Representasi Sosial
Terdapat 3 arc yang masing-masing merepresentasikan alur cerita dan manifestasi berbeda, yang mana tiap pria di masing-masing arc memiliki reaksi yang berbeda-beda ketika menghadapi kondisi dunia gila tersebut.
Pria pertama berkode 001, bernama Kyouji Hino-kun, bereaksi seperti "kelinci", dia menganggap situasi yang terjadi adalah "surga yang menjadi nyata" dan mengikutinya, "berkembangbiak" dengan banyak wanita dan imajinasi, mengikuti nafsu "primitif"-nya. Si 001 tenggelam dalam dunia gila ini dan terombang-ambing didalamnya, mengikuti arus dunia.
Pria ketiga berkode 003, bernama Doi Shota-kun, dengan background-nya sebagai korban bullying. Awalnya dia bersikap idealis dengan mempertahankan kewarasan & integritasnya, namun perlahan dia terpengaruh & tercemar, satu persatu. Dan parahnya lagi, dunia seakan mendukung "ketercemaran" dirinya itu. Mulai dari "berkembangbiak" dengan gurunya (yang selama ini telah melindunginya di masa sulit), memenuhi "nafsu"-nya bahkan menjadi "harem king". Jangan lupa juga dia juga membalas dendam kepada orang yang mem-bully dan tidak menghiraukannya, mulai dari merendahkan, melakukan hal yang sewenang-wenang, bahkan melecehkannya. Bahkan gilanya di akhir, dia bersekongkol dengan pejabat tinggi, Kamiya Karane-san untuk mengapai keinginan ambisius dan rakus mereka untuk menguasai dunia. Arc karakter ini sangat menggambarkan pepatah dari Lord Acton "Power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely (TL: Kekuasan cenderung untuk rusak, kekuasaan absolut rusak seutuhnya) ". Dan apa yang lebih mengerikan? dunia menjustifikasi kerusakan itu. Kita bisa lihat bagaimana liar, rakus, dan sewenang-wenangnya karakter 003 ini ketika dia berada pada situasi menjadi satu-satunya pria di dunia, dan bagaimana dunia seolah beruptar padanya. Ini adalah manifestasi menarik tentang bagaimana meskipun kita tidak mau melakukan sesuatu, tapi kita masih bisa saja terpengaruh dan bahkan rusak karena itu. Dengan kata lain: "Moral memudar dibawah kondisi ekstrem".
Pria kedua berkode 002, Mizuhara Reito-kun, si kararakter utama, memilih untuk tetap menjaga "sanity" dan kewarasannya ditengah dunia yang gila tersebut. Meski banyak percobaan untuk membuatnya "terpengaruh" dan "korup" namun dia tetap menjaga kewarasan dan juga tetap menyebarkan kebaikan dan kehangatan kepada orang lain. Karakter ini adalah manifestasi dari "Keteguhan ditengah kegilaan".
Ada Lagi?
Salah satu bagian yang menarik di anime ini juga ketika seringkali pihak yang digambarkan baik ternyata berkebalikan di dalamnya, sehingga kita menjadi paranoid dengan pihak-pihak lain, dengan kata lain mempertanyakan "apakah ada orang yang bisa sepenuhnya kita percaya di dunia ini". Kita bisa lihat bagaimana UW Jepang (United Woman, semacam PBB) mengekploitasi para pria dengan dalih "berkembangbiak untuk keberlangsungan umat manusia". Ada juga ketika UW Centers menjebak UW Jepang terkait dengan "percobaan perkembangbiakan" tersebut. Juga ketika Kamiya Karen-san mencoba untuk mencemari Doi Shota-kun untuk ambisinya sendiri, dan banyak lagi.
Akhir kata, bila anda mencari suatu anime yang diluar umum, yang juga mencoba memberi sudut pandang eksperimen sosial pada manusia, dengan catatan tahan terhadap hal-hal "eksplisit", anime ini adalah rekomendasi yang menarik untuk ditonton dan dibahas.
